Sejak kecil, Adiba harus menghadapi perjuangan berat akibat tiga kondisi kesehatan sekaligus, yaitu mikrosefali, epilepsi, dan cerebral palsy. Kondisi tersebut membuat Adiba sering mengalami kejang, terutama ketika demam. Ia membutuhkan pemeriksaan lanjutan, terapi, obat-obatan, serta penunjang perawatan sesuai anjuran dokter. Bahkan, Adiba pernah mengalami masa ketika ia hampir tidak bisa tidur selama satu minggu, terus menangis dan tampak kesakitan. Di tengah kondisi itu, keluarganya kesulitan menyediakan biaya untuk mendapatkan penanganan yang dibutuhkan.

Bu Imas, ibu Adiba, sehari-hari berjualan seblak demi membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, hasil jualannya sering kali tidak cukup untuk membeli makanan sehari-hari, bahkan terkadang tidak ada satu pun pembeli. Suaminya bekerja serabutan sebagai buruh bangunan atau pekerja sawah dengan penghasilan yang juga tidak menentu. Akibat keterbatasan biaya, pengobatan Adiba belum bisa dilakukan secara optimal. “Bagaimana caranya saya mendapatkan puluhan juta dari jualan seblak? Saya bingung dan takut,” ungkap Bu Imas, yang hanya ingin melihat anaknya mendapatkan perawatan dan tidak terus menangis kesakitan.
Kini, Adiba membutuhkan bantuan agar dapat menjalani pemeriksaan seperti CT scan apabila diperlukan dokter, mendapatkan obat-obatan, terapi, dan kebutuhan penunjang lainnya. Meski kondisi kesehatannya membutuhkan penanganan jangka panjang, keluarganya berharap Adiba bisa lebih nyaman, kejangnya tertangani, dan kualitas hidupnya membaik. Yuk, #KawanKebaikan, jangan biarkan keterbatasan biaya menghalangi Adiba mendapatkan perawatan. Donasi sekarang dan bantu ringankan perjuangan Adiba serta keluarganya!
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |