Keterbatasan fisik masih membuat sebagian penyandang disabilitas harus menghadapi stigma dan perlakuan yang tidak menyenangkan. Hal itu pernah dirasakan Abah Cunong, yang memiliki kondisi tangan dan kaki bengkok serta tidak berfungsi sempurna. Sempat minder hingga enggan bersekolah karena sering mendapatkan ejekan, Abah Cunong perlahan bangkit dan memilih untuk terus bekerja. Kini, ia mengandalkan keterampilan menjahit dengan berkeliling kampung menawarkan jasanya demi mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Untuk mencari pelanggan, Abah Cunong harus menempuh perjalanan dengan kondisi fisiknya yang terbatas. Saat tubuh mulai lelah, ia berjalan dengan cara mengesot dan menggunakan tongkat untuk menjangkau tempat yang lebih jauh. Penghasilannya pun tidak menentu, sekitar Rp30.000–Rp50.000 setiap kali mendapatkan pekerjaan menjahit. Meski perjuangannya berat, Abah Cunong tidak ingin menyerah, terlebih kini ada seorang anak yang menjadi sumber semangatnya. “Saya nggak mau anak saya seperti saya, saya ingin dia berhasil dan menjadi orang sukses.” Harapan sederhana seorang ayah yang ingin memutus keterbatasan agar tidak menjadi batas bagi masa depan anaknya.
Melalui program #BantuSetara, mari hadir untuk mendukung Abah Cunong agar semakin berdaya melalui keterampilan menjahit yang ia miliki. Donasi yang terkumpul dapat membantu menunjang kebutuhan usaha jahitnya, perlengkapan kerja, serta kebutuhan hidup agar ia dapat terus bekerja dengan lebih layak dan mandiri. Yuk, #KawanKebaikan jangan hanya melihat keterbatasannya, tetapi lihat semangat dan kemampuannya. Dukung Abah Cunong untuk terus berkarya, menghidupi keluarganya, dan membangun masa depan yang lebih baik bagi anaknya. Donasi sekarang.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |